Tabligh Akbar Detik-detik wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

16 March, 2010
3:00 pmto6:00 pm

Bersama Ust. Abu Usamah, Lc,

InsyaAllah pada:
Tanggal 16 Maret 2010 (LIbur Nasional)
Pukul 15.00-18.00
di Masjid Nurul Irfan (alumni) Kampus A, UNJ Rawamangun Jakarta
Jalan Rawamangun Muka

CP. 081288731988 / 02130756047

convert this post to pdf.
Kategori: Daurah, ,

Ummu Hani’ bintu Abi Thalib Al-Hasyimiyyah radhiallahu ‘anha

Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah Bintu ‘Imran

Dia begitu mengerti tentang agungnya hak seorang suami. Dia pun mengerti tentang hak anak-anak yang ditinggalkan suaminya dalam asuhannya. Dia tak ingin menyia-nyiakan satu pun dari keduanya, hingga dia dapatkan pujian yang begitu mulia, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.”

Dia bernama Fakhitah, seorang wanita dari kalangan bangsawan Quraisy. Putri paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay. Ibunya bernama Fathimah bintu Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Dia saudari sekandung ‘Ali, ‘Aqil dan Ja’far, putra-putra Abu Thalib.

Semasa jahiliyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminangnya. Pada saat bersamaan, seorang pemuda bernama Hubairah bin Abi Wahb Al-Makhzumi pun meminangnya pula. Abu Thalib menjatuhkan pilihannya pada Hubairah hingga akhirnya Abu Thalib menikahkan Hubairah dengan putrinya. Dari pernikahan ini, lahirlah putra-putra Hubairah, di antaranya Ja’dah bin Hubairah yang kelak di kemudian hari diangkat ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu -ketika menjabat sebagai khalifah- sebagai gubernur di negeri Khurasan. Putra-putra yang lainnya adalah `Amr –yang dulunya Ummu Hani` berkunyah dengannya, namun putranya ini meninggal ketika masih kecil– serta Hani` dan Yusuf.

Namun pada akhirnya, Islam memisahkan mereka berdua. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan negeri Makkah bagi Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan manusia berbondong-bondong masuk Islam, Ummu Hani` radhiallahu ‘anha pun berislam bersama yang lainnya. Mendengar berita keislaman Ummu Hani`, Hubairah pun melarikan diri ke Najran.

Pada hari pembukaan negeri Makkah itu, ada dua kerabat suami Ummu Hani` dari Bani Makhzum, Al-Harits bin Hisyam dan Zuhair bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, datang kepada Ummu Hani` untuk meminta perlindungan. Waktu itu datang pula ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu menemui Ummu Hani` sambil mengatakan, “Demi Allah, aku akan membunuh dua orang tadi!” Ummu Hani` pun menutup pintu rumahnya dan bergegas menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah mandi, ditutup oleh putri beliau, Fathimah radhiallahu ‘anha dengan kain. Ummu Hani` pun mengucapkan salam, hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapa itu?” “Saya Ummu Hani`, putri Abu Thalib,” jawab Ummu Hani`. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyambutnya, “Marhaban, wahai Ummu Hani`!”

Lalu Ummu Hani` mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kedatangan dua kerabat suaminya untuk meminta perlindungan kepadanya sementara ‘Ali berkeinginan membunuh mereka. Maka beliau pun menjawab, “Aku melindungi orang yang ada dalam perlindunganmu dan memberi jaminan keamanan pada orang yang ada dalam jaminan keamananmu.” Usai mandi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat delapan rakaat. Waktu itu adalah waktu dhuha.

Setelah Ummu Hani` berpisah dari suaminya karena keimanan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk meminang Ummu Hani`. Namun dengan halus Ummu Hani` menolak, “Sesungguhnya aku ini seorang ibu dari anak-anak yang membutuhkan perhatian yang menyita banyak waktu. Sementara aku mengetahui betapa besar hak suami. Aku khawatir tidak akan mampu untuk menunaikan hak-hak suami.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengurungkan niatnya. Beliau mengatakan, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.”

Ummu Hani` radhiallahu ‘anha meriwayatkan hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hingga saat ini termaktub dalam Al-Kutubus Sittah. Dia pun menyebarkan ilmu yang telah dia dulang hingga saat akhir kehidupannya, jauh setelah masa khilafah saudaranya, ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, pada tahun ke-50 H. Ummu Hani` Al-Hasyimiyyah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhainya….
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Sumber Bacaan:
* Al-Bidayah wan Nihayah, Al-Imam Ibnu Katsir (4/292-293)
* Al-Ishabah, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani (7/317)
* Al-Isti’ab, Al-Imam Ibnu Abdil Barr (4/1963-1964)
* Ath-Thabaqatul Kubra, Al-Imam Ibnu Sa’d (8/47)
* Siyar A’lamin Nubala`, Al-Imam Adz-Dzahabi (2/311-314)
* Tahdzibul Kamal, Al-Mizzi (35/389-390)

Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=346

convert this post to pdf.
Kategori: Pustaka, ,

Bedah Buku : KONSEKUENSI CINTA KEPADA NABI MUHAMMAD Shalallahu Alaihi Wasallam

7 March, 2010
9:00 amto12:00 pm

bersama USTADZ YAZID bin ABDUL QADIR JAWAS hafidzahullohu

Insya Alloh pada hari: AHAD, 7 MARET 2010 M / 21 RABIUL AWAL 1431 H

Jam 09.00 - 12.00 WIB (harap hadir 30 menit sebelumnya)

MASJID RAYA BOGOR, Jln Pajajaran, samping terminal bis Baranang Siang

Acara terbuka untuk kaum muslimin dan muslimah, diharapkan dengan tetap menjaga adab majlis ilmu. Silakan ajak kerabat anda!

Layanan info: 0818 0828 4414, 0857 8033 3469, 0852 1885 5004

Acara ini kerja sama antara DKM Masjid Raya Bogor dengan Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Bogor

convert this post to pdf.
Kategori: Daurah, ,

Bedah Buku: TAZKIYATUN NUFUS

16 March, 2010
8:30 amto11:30 am

InsyaAllah akan dilaksanakan pada

Hari : selasa, 16 Maret 2010
pukul : 08.30 - 11.30 WIB
Pembicara : al-ustad Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Tempat : masjid agung al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja (BLOK M) Kebayoran Baru-Jakarta Selatan

Rute kendaraan umum :

  • bekasi-Blok M, patas AC05
  • Tanjung priok-Blok M, Pahala Kencana 116
  • pulo gadung-Blok M, Mayasari Bhakti 57
  • Senen-ciputat, Bianglala
  • cikarang-Blok M, Patas AC 28
  • Tangerang - Blok M, patas AC 137
  • Depok - Patas AC 143 turun masjid al-Azhar atau Kopaja 63 turun Blok M lanjut dengan transjakarta turun masjid al-Azhar
CP :
081574598937
021 68000431
021 71210303
021 83413379
convert this post to pdf.
Kategori: Daurah, Uncategorized, ,

Bedah Buku: Dan Berlinanglaah AIR MATA TAKWA

7 March, 2010
9:00 amto12:00 pm

Kajian Ilmiyyah & Bedah Buku

..Dan Berlinanglaah AIR MATA TAKWA…
( Syeikh Husain bin ‘Audah al-’Awaisyah )

Pemateri   : Ust. Mukhtarom ( Dai dari Bintaro Jakarta )
Waktu      : Ahad, 21 Rabi’ul Awwal 1431 H / 7 maret 2010 M
Jam        : 09.00 - Selesai
Tempat     : Masjid Al-Madinatul Munawwaroh ( Al-Manar )
Perum Taman Wisma Asri I Bekasi Utara
Rute :
Dari Mall Bekasi / Stasiun Bekasi naik Angkot 09B/ 09
jurusan Taman Wisma Asri Dalam turun di depan masjid Al-Manar

Dari Pulo Gadung naik Angkot K-45 jurusan Rawa Kalong turun di Jembatan Al-Manar
CP : 021-44615267 / 081385582830

convert this post to pdf.
Kategori: Daurah, ,